Khofifah Kandidat Wapres Ical

Partai Golkar mulai menjaring figur atau tokoh-tokoh yang dianggap pantas menjadi bakal calon Wakil Presiden pada Pilpres 2014 mendatang.

salah satu nama yang menjadi bakal calon Wapres Aburizal Bakrie adalah Ketua Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa.

Mantan menteri pada Kabinet Presiden Gus Dur ini memang tak asing bagi Golkar karena selama ini nama Khofifah memang disebut-sebut berkantor di gedung Bakrie dan bagian dari tim memenangkan Ical sebagai presiden pada pemilu mendatang.

“Golkar sedang mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk meraih target suara yang diharapkan,” kata Wakil Sekjen DPP Golkar, Nurul Arifin, Jumat (30/12).

“Hitung-hitungan soal Capres-Cawapres melibatkan banyak kandidat. Khofifah salah satunya,” lanjut anggota DPR RI ini.

Menurut Nurul memasukkan nama Khofifah karena tokoh NU itu merupakan salah satu tokoh yang dekat dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.

“Hubungan Pak Ical secara pribadi pun sangat baik dengan Khofifah,” kata Nurul.

Selain itu Anggota Komisi II DPR ini juga menambahkan bahwa selain nama Khofifah, ada beberapa tokoh lain yang tengah dibidik dengan kriteria memiliki ketokohan, berakar di grass root, track recordnya bersih, dan independen sebagai individu.

Namun Nurul masih enggan menyebut nama-nama tokoh lain yang masuk sebagai kandidat pendamping Ical di Pilpres 2014 mendatang.[Sak]

 

Partai Golkar Lirik Khofifah

Partai Golongan Karya (PG) melirik Khofifah Indar Parawansa sebagai salah seorang bakal wakil calon presiden. Khofifah termasuk calon potensial untuk disandingkan dengan calon presiden Aburizal Bakrie (Ical).

"Kita memang tengah mempersiapkan langkah-langkah strategis untuk meraih target suara yang diharapkan. Salah satunya dengan menjaring tokoh-tokoh potensial, seperti Khofifah Indar Parawansa," ungkap Sekjen Partai Golkar Nurul Arifin, di Jakarta, Jumat (30/12).

Menurut Nurul, selain merupakan calon potensial, hubungan Aburizal Bakrie dengan Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama itu secara pribadi juga sangat baik.

Diakui, selain Khofifah, ada beberapa tokoh lagi yang juga dibidik oleh PG sebagai calon presiden. Menurut Nurul, calon itu mempunyai ketokohan, berakar di grass root, bersih track record-nya, dan independen sebagai individu.

Sementara itu, Ketua DPP PG Hajriyanto Thohari yang ditanya mengenai masuknya Khofifah dalam jajaran PG mengemukakan, mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan tersebut sudah bergabung dengan PG sejak lama. "Secara pasti, setelah pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) PG di Pekanbaru, Oktober 2009."

Dia mengakui, masuknya Khofifah sebagai anggota PG sebagai hal yang biasa. Hal itu sama seperti bergabungnya Ali Muchtar Ngabalin, Laode Ida, dan sebagainya.

"Makanya, ini tak akan langsung menarik gerbong suara dari massa ormas Islam NU pada pemilu mendatang. Pada era demokrasi seperti sekarang ini tidak ada lagi lokomotif yang menarik gerbong," ujarnya.

Sementara itu, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyiapkan ketua umumnya, Suryadharma Ali menjadi calon presiden pada Pilpres 2014. Hal itu diungkapkan
Wakil Ketua Umum PPP Lukman Hakim Saefuddin.

"Kalau kita bicara siap atau tidaknya Pak Suryadharma menjadi calon presiden, saya yakin SDA siap ditempatkan dimanapun, termasuk menjadi calon presiden," kata Lukman Hakim Saefuddin yang juga Wakil Ketua MPR RI itu di Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan, sebagai Ketua Umum PPP, tentu akan menjadi prioritas untuk dicalonkan. "Dari internal parpol, tentu ketum kita utamakan. Tapi PPP juga mencermati calon presiden lain, seperti Ketum PG Aburizal Bakrie, Ketum PAN Hatta Rajasa, Ketum Hanura Wiranto yang telah ditetapkan partainya menjadi calon presiden," kata Lukman.

PPP, kata dia, belum berani mencermati Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri karena di internal PDIP belum ada kejelasan. Dikatakan, pencalonan Suryadharma Ali akan sangat tergantung kepada dukungan suara PPP pada Pemilu 2014.

"Politik ibarat berlayar, kalau anginnya kencang, apakah layar kuat menahannya. Jadi harus dilihat kondisi dan tergantung pada dukungan yang didapat PPP," kata Lukman.

Saat ini, menurut dia, PPP terus mencermati tokoh-tokoh nasional, baik dari partai politik maupun non parpol untuk menjadi calon wakil presiden.

Untuk non parpol, PPP telah jatuh hati pada tokoh muda, akademisi yang sekarang menjadi rektor Universitas Paramadina, Anis Baswedan. "PPP sudah sejak lama memperhatikan Anis Baswedan. Kita jatuh hati kepada Anis Baswedan karena sangat prospektif, memiliki kompetensi. Kita juga mencermati khofifah Indarparawangsa," kata Lukman.

 

 

Golkar Bidik Khofifah untuk 2014

Khofifah, yang pernah menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan di era kepemimpinan Abdurrahman Wahid, kini menjabat sebagai Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama (NU).

Golkar tengah mempersiapkan langkah-langkah strategis memperkuat partainya pada Pemilu 2014 mendatang. Salah satunya dengan membidik kader-kader politik senior potensial. Seperti Khofifah Indar Parawasana.

"Langkah strategis salah satunya menjaring tokoh-tokoh potensial seperti Khofifah," kata Nurul Arifin, Wakil Sekjen Golkar dan anggota Komisi II saat dihubungi wartawan.

Khofifah, yang pernah menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan di era kepemimpinan Abdurrahman Wahid, kini menjabat sebagai Ketua Muslimat Nahdlatul Ulama (NU).

Menurut dia, niat Golkar menggaet Khofifah lebih mudah. Sebab hubungan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie secara pribadi pun sangat baik dengan Khohifah.

Selain Khofifah, katanya, Golkar masih akan menjaring tokoh-tokoh lain. Kriterianya, memiliki ketokohan dan kuat dikenal di kalangan akar rumput.

Namun, Nurul tak bersedia menyebut tokoh-tokoh yang sedang "dibidik" partai berlambang pohon beringin tersebut.

"Ada beberapa tokoh lagi yg dibidik oleh Golkar, namun kami belum bisa menyebut nama-namanya," tutup mantan bintang film tersebut.